Malam semakin larut.
Gedung PELNI hampir sepenuhnya sunyi.
Namun di ruang kontrol Tim Senyap 08—
tidak ada satu pun yang benar-benar tenang.
INT. RUANG TIM SENYAP 08 — MALAM
Layar besar menampilkan data Garuda.
Grafik sinkronisasi masih stabil.
100%
Namun ada satu indikator kecil…
yang baru.
Berkedip pelan.
SECONDARY TRACE: DETECTED
SUASANA
Tidak ada yang bicara.
Yuri berdiri dengan tangan terlipat.
Profesor Arief menatap layar tanpa berkedip.
Mayjen Okta berdiri di belakang.
Doni… diam.
DONI
“Ulangi rekaman tadi.”
Suaranya pelan.
Namun tegas.
REPLAY
Layar menampilkan kejadian sebelumnya.
Saat Arka sinkron dengan Garuda.
Lalu—
saat Julio masuk ke ruangan.
Grafik melonjak.
Resonansi muncul.
YURI
“Dua sinyal.”
Ia menunjuk layar.
“Satu dari Arka.”
“Satu lagi…”
Ia berhenti.
PROF ARIEF
“Dari Julio.”
Jawabannya tenang.
Namun berat.
ARKA
Arka berdiri di samping.
Masih mencoba mencerna semuanya.
“Berarti…”
“Garuda merespon dua orang?”
MAYJEN OKTA
“Tidak seharusnya.”
Jawaban singkat.
Tegas.
MOMEN DALAM
Doni tidak langsung menjawab.
Matanya masih ke layar.
Melihat ulang data.
Lebih dalam.
Lebih detail.
DATA ANEH
Doni memperbesar grafik.
“Ini bukan dua sinyal terpisah.”
Semua menoleh.
“Apa maksudnya?” tanya Yuri.
Doni menunjuk garis data.
“Ini… seperti satu sistem yang… terbagi.”
Sunyi.
PROF ARIEF
“Resonansi ganda…”
Ia berkata pelan.
“Dalam satu jaringan.”
ARKA
“Aku nggak ngerti…”
DONI MENJELASKAN
Doni menatap Arka.
“Biasanya sistem seperti ini hanya bisa terhubung ke satu pengguna.”
Ia berhenti.
“Kalau ada dua…”
Arka:
“Artinya?”
Doni:
“Artinya sistemnya berubah.”
CUT TO: INT. KORIDOR — MALAM
Langkah kecil terdengar.
Julio berjalan santai.
Sendirian.
Masih bawa botol minuman.
JULIO SENDIRI
Ia berhenti di depan kaca.
Melihat pantulan dirinya.
Lalu bergumam:
“Barusan… aneh.”
Ia menyentuh dadanya.
“Kayak kesetrum dikit…”
MOMEN LUCU
Ia melihat botolnya.
“Eh… apa gara-gara minum es ya?” 😄
Lalu lanjut jalan santai.
KEMBALI KE RUANGAN
Doni masih melihat layar.
Lebih lama.
Lebih dalam.
YURI
“Kita harus batasi akses Julio.”
Nada suaranya serius.
DONI
Tidak langsung menjawab.
MAYJEN OKTA
“Ini bukan soal anak kecil lagi.”
Sunyi.
MOMEN AYAH
Doni akhirnya bicara.
“Dia anak saya.”
Nada suaranya berubah.
Lebih dalam.
PROF ARIEF
“Kami tahu.”
Ia melangkah mendekat.
“Tapi sekarang…”
“dia juga bagian dari sistem ini.”
KONFLIK DALAM
Doni diam.
Wajahnya tetap tenang.
Namun jelas—
ia sedang berpikir.
Sebagai pemimpin.
Dan sebagai ayah.
ARKA MELIHAT
Arka memperhatikan semuanya.
Untuk pertama kalinya…
ia melihat sisi lain dari Doni.
Bukan sebagai ahli teknologi.
Tapi sebagai seseorang yang… ragu.
DATA BERGERAK
Tiba-tiba—
indikator kecil berkedip lagi.
SECONDARY TRACE — ACTIVE
Semua langsung menoleh.
LAYAR
Sinyal muncul.
Lalu bergerak.
Namun bukan dari Arka.
YURI
“Itu bukan Garuda…”
PROF ARIEF
“Dan bukan sistem kita…”
DONI
Matanya menyempit.
“Ini yang tadi…”
CUT TO: INT. AREA LAIN — GELAP
Sebuah layar menyala.
Seseorang sedang melihat data yang sama.
Simbol muncul:
BLACK SUN
SUARA MISTERIUS
“Dua sinyal…”
Suara itu pelan.
Dingin.
“Menarik…”
KEMBALI INT. RUANG TIM SENYAP 08
Semua masih melihat layar.
Sinyal itu menghilang.
Secepat munculnya.
SUNYI
Arka menelan ludah.
“Jadi… sekarang bukan cuma kita?”
Tidak ada yang langsung menjawab.
DONI
Akhirnya berkata pelan:
“Sekarang… mereka juga melihat.”
LAST MOMENT
Di luar ruangan—
Julio berjalan santai.
Tidak tahu apa yang sedang terjadi.
Atau mungkin…
tahu lebih dari yang terlihat.
Ia berhenti sebentar.
Melihat ke arah ruangan Garuda.
Lalu bergumam:
“Rame yo…”(Ramai ya…)
LAST LINE
Di dalam ruangan—
Doni berkata pelan:
“Ini bukan lagi soal teknologi.”
“Ini sudah jadi… perebutan kendali.”
