Cherreads

Chapter 12 - CH 10 - Yue Qingzhu (SC)

Dengan wajah tenang Yue Qingzhu menatap Tian Zi di lawan arah, tetapi matanya menyembunyikan kedinginan yang mendalam.

“Hati-hati. Seharusnya, dia berasal dari keluarga kerajaan,” ujar Mao Qiao dengan nada serius.

Mendengar dua kata di akhir, hati Tian Zi seketika bergetar. Jika memang begitu, bukankah sekarang dia terkena masalah?

“Lalu apa yang harus aku lakukan?” tanyanya sedikit cemas.

“Coba untuk menjelaskannya.”

Tian Zi awalnya ragu, namun pada akhirnya tetap setuju. Bagaimana pun, jika kesalahpahaman ini tidak segera di selesaikan, itu hanya akan menjadi masalah besar untuknya ke depannya.

Ia mengarahkan pandangannya ke depan, sebelum kemudian menangkupkan kedua tangannya. “Dewi ini... Jika saya mengatakan ini adalah kesalahpahaman, apa Anda percaya?”

“Penjelasan macam apa itu?” ucap Mao Qiao, tampak jijik mendengar penjelasan yang terkesan kaku.

“Kau diam saja!” bentak Tian Zi, langsung memotong ucapannya.

Mata Yue Qingzhu menyepit. Namun bukan karna ucapan pria itu yang membuatnya bersikap demikian, melainkan saat mengetahui penampilan aslinya yang ternyata... seorang anak muda?

Ia terkejut sekaligus tidak menduga. Selain usia yang tidak jauh berbeda dengannya, dia juga berhasil memecahkan formasi kerajaannya yang merupakan formasi tingkat tiga, yang di mana bahkan jika ahli formasi tingkat tiga terperangkap di dalamnya, membutuhkan waktu bagi mereka untuk memecahkannya.

Apakah dia sedang menyembunyikan penampilan aslinya? Setahunya, sangat jarang ada ahli formasi tingkat tiga, bahkan mungkin tidak ada untuk ahli formasi tingkat empat di negaranya atau di negara tetangga sekalipun.

“Tidak tahu dari mana Anda berasal dan apa motif Anda datang ke negara ini. Karna telah memata-matai kerajaan, maka jangan harap untuk bisa pergi!” kata Yue Qingzhu dengan penuh wibawa.

“Memata-matai kerajaan? Tuduhan ini terlalu berlebihan, 'kan?” protes Tian Zi, melihat ekspresi Yue Qingzhu yang sedingin es.

“Lihat, 'kan. Dia mengabaikan penjelasanmu.” Mao Qiao melipat ke dua tangannya, tertawa getir. “Penjelasan kaku seperti itu, mana bisa menyelesaikan masalah.”

“Kalau begitu kau saja yang menjelaskannya.”

“Aku?” unjuk Mao Qiao pada dirinya sendiri. “Kau yang menarik masalah, kenapa harus menyeretku juga?”

“Karna tidak ingin membantu maka jangan banyak bicara!”

Setelah membuat Mao Qiao terdiam Tian Zi mengambil napas dalam-dalam, sebelum kemudian menarik pandanganya kembali.

“Dewi ini, saya tidak bermaksud mengganggu ketenangan Anda, apalagi sampai memata-matai kerajaan. Ini sungguh adalah kesalahpahaman.”

Sorot mata Yue Qingzhu menjadi lebih tajam.

Melihat dirinya yang seperti diabaikan Tian Zi diam-diam menelan seteguk air liur, apalagi saat tubuh wanita itu mulai naik beberapa inci ke udara, energi spiritual emas segera menyelimuti seluruh tubuhnya, tampak megah dan kacau. Api pada teratai peraknya juga berkobar semakin gila.

“Setiap orang dari negara ini pasti mengetahui jalur mana yang harus di lewati saat melintasi area istana kerajaan. Tapi kau bukan hanya mimicu formasi di luar, bahkan sampai menerobos masuk tanpa izin. Apa ini masih bisa disebut kesalahpahaman?” Suaranya yang bagaikan jarum yang menusuk tulang, membuat siapapun yang mendengarnya akan berkeringat dingin.

Tian Zi sekali lagi menelan seteguk air liur. Wanita itu memang tampak anggun dari luar, tapi sebenarnya sangat dingin dan kejam. Sikapnya yang seperti itu secara tidak langsung memberikannya sebuah tekanan, seolah tak membiarkan dirinya untuk menjawab.

“Karena tidak ada lagi pembelaan, maka seharusnya Anda sudah mengakui kesalahan, 'kan?”

Setelah tak ada lagi yang perlu dibicarakan, Niat membunuh segera bangkit dari matanya. Jari telunjuk dan ibu jarinya yang lentik memetik satu kelopak bunga teratai. Kelopak itu tidak besar, hanya seukuran ibu jarinya, namun memancarkan cahaya lembut dan getaran spiritual yang padat.

Segera, dengan gerakan tangan yang halus bagai menyentuh air, jarinya menyentil ke arah kelopak bunga dengan tenaga ringan, seolah menyentil debu dari baju sutra. Meski begitu gelombang kecil dihasilkan di areanya yang mengakibatkan kelopak tersebut melesat dengan cepat.

Swoosh!

Kelopak teratai itu berubah menjadi garis cahaya emas yang memanjang, meninggalkan jejak berkilauan. Kecepatannya luar biasa, Tian Zi hanya sempat mengerjapkan mata sebelum kelopak itu sudah di depannya, mengarah tepat ke dada.

“Menghindar!” teriak Mao Qiao segera.

Menyadari ia tak memiliki waktu untuk menghindar, Tian Zi mengambil langkah mundur. Tangannya di angkat dengan segel dua jari, itu di taruh tepat di tengah dada. Ia meraung.

“Hancurkan!”

Dua pedang terbang muncul di kedua sisinya, mengeluarkan suara logam tipis saat itu menusuk ujung kelopak bunga dan berlama-lama, sebelum akhirnya menciptakan ledakan.

Bang!

Sebuah suara nyaring dan tajam memecah udara, namun ledakannya tidak begitu besar dan menggelegar, hanya sisa-sisa dari kelopak bunga yang telah menjadi abu.

Ekspresi Tian Zi pahit saat ia melempar pandangannya pada Yue Qingzhu yang sedingin es. “Dia langsung menyerangku dengan kekuatan seperti ini tanpa mencari kebenaran terlebih dahulu. Apakah keluarga kerajaan selalu bertindak secara acak?”

Serangan barusan mungkin hanyalah sehelai bunga yang sederhana, tapi siapa sangka, dari kesederhanaan itu sebenarnya menyembunyikan kekuatan yang luar biasa, kekuatan murni yang sangat terkonsentrasi, diberikan dengan sentuhan yang hampir tidak terlihat. Jelas, itu membutuhkan kontrol energi yang sempurna dan kekuatan spiritual yang luar biasa untuk menghasilkan efek sehebat itu.

“Situasinya semakin rumit. Jika terus berlanjut pasukan keluarga kerajaan pasti akan berdatangan. Pada saat itu, kau mungkin tak memiliki kesempatan untuk bisa pergi,” kata Mao Qiao dengan suara agak dalam.

“Lalu bagaimana? Haruskah aku melawan saja?”

“Jangan ceroboh! Jika kita menyerang, itu hanya akan membuat tuduhannya tentang kita semakin kuat!” Mao Qiao mulai berpikir, dan setelah beberapa saat akhirnya mengangkat kepalanya. “Cari cara untuk mengelabuinya.”

Di depan Yue Qingzhu terdiam, namun menyimpan kedinginan yang pekat. Tidak tahu tingkatan apa yang dimiliki pemuda itu dapat menangkis serangannya hanya dengan gerakan yang sederhana. Suaranya yang lembut menyimpan ketajaman yang pekat saat ia berbicara.

“Masih ingin mengatakan ini adalah kesalahpahaman sedangkan Anda mencoba melawan?”

Tian Zi mengerutkan alisnya saat mendengar ucapan tersebut. “Apakah dia bodoh? Ini tidak bisa dikatakan melawan. Lagi pula jika aku hanya diam, bukankah serangan barusan akan mencelakaiku?”

Ia tak berani mengatakannya dengan suara keras.

”Tak perlu diladeni. Cepat cari celah!” Mao Qiao di samping meringis.

Tampaknya, Yue Qingzhu menyadari niat mereka. Mata jernih yang bagai danau suci kini menyimpan ketegasan dan pembunuhan. Energi spiritual yang murni dan dingin kembali menyelimuti tubuhnya, membuat gaun hijaunya berkibar lembut dan memancarkan cahaya keemasan.

Saat ia menjentikan jarinya, sembilan teratai seketika muncul di sekitar tubuhnya, menghasilkan jejak api saat teratai itu berputar perlahan.

Angin tiba-tiba berembus kencang, mengibarkan rambut hitam panjangnya. Angin itu bukan berasal dari alam, melainkan dari energi dingin yang ia pancarkan yang membuat udara di sekitar mereka terasa begitu dingin dan berat.

Yue Qingzhu terlihat seperti bunga teratai yang anggun, tak tergoyahkan. Namun di saat yang sama ia juga memancarkan aura dominasi yang menakutkan, layaknya dewi es yang siap menghancurkan dunia.

Dengan gerakan tangan yang halus, Yue Qingzhu mengarahkan ke sembilan teratai itu ke arah Tian Zi. Mereka berputar cepat di udara, meninggalkan jejak Qi emas yang membentuk pola bunga teratai raksasa di langit.

Tian Zi memandang sembilan teratai yang kali ini berada di sekitar Yue Qingzhu dengan tenang. Matanya yang tajam menangkap setiap gerakan energi dari kelopak-kelopak bunga itu. Wajahnya tidak menunjukkan tanda-tanda panik berlebihan, hanya decakan yang agak pahit.

Mulutnya menghela napas perlahan, tangannya bergerak dengan cepat namun terukur. Kali ini, sembilan pedang energi muncul di sekitar tubuh Tian Zi, masing-masing memancarkan cahaya hijau pucat yang samar.

Pedang-pedang itu berputar, membentuk formasi pertahanan yang sempurna.

“Pergi!”

Saat sembilan teratai itu bergerak ke arahnya, Tian Zi tidak menghindar. Sebaliknya, dia menggerakkan tangannya. Sembilan pedang energi itu melesat maju, masing-masing menabrak satu teratai dengan tepat. Tabrakan terjadi di sembilan titik berbeda di udara, menciptakan ledakan kecil yang hampir bersamaan.

Bang!

Ledakan-ledakan itu menciptakan cahaya terang yang membutakan dan kabut tebal yang menyelimuti seluruh area. Energi spiritual yang bertabrakan menciptakan gelombang kejut yang membuat udara bergetar singkat.

Di tengah-tengah kekacauan itu, Yue Qingzhu berdiri di tengah kabut energi yang perlahan mereda, matanya menelusuri kegelapan dengan ketajaman yang biasanya mampu menembus ilusi apapun. Namun kali ini tidak ada jejak visual yang bisa ditemukan. Tian Zi telah lenyap begitu saja, seolah dihapus dari dunia oleh rembulan.

“Ke mana dia?” bisiknya, suaranya hampir tidak terdengar di tengah keheningan malam. Matanya yang jernih memperlihatkan keterkejutan yang jarang terlihat di wajahnya yang biasanya tenang.

Kedinginan kembali menyelimuti wajah cantiknya. Dia menutup mata perlahan, menghela napas dalam-dalam. Udara di sekitarnya terasa bergetar saat energi spiritualnya berubah.

Yue Qingzhu menenangkan pikirannya, membuang emosi dan gangguan duniawi. Simbol aneh yang terukir di dahinya—mulai berdenyut seperti jantung yang terbangun dari tidur. Cahaya keemasan memancar dari simbol itu, menerangi wajahnya yang tenang namun penuh konsentrasi.

Deng... deng... deng...

Seiring simbol di dahinya bersinar lebih terang, berubah menjadi perangkat spiritual yang terhubung langsung dengan alam bawah sadarnya, dunia fisik di sekitar Yue Qingzhu mulai menghilang, digantikan oleh aliran energi spiritual yang tak kasat mata, sebuah resonansi jiwa seperti bayangan energi yang melekat pada ruang dan waktu.

Ia menjadi seperti danau di tengah malam—tenang di permukaan, namun dalamnya menyimpan ke dalaman yang tak terukur.

Yue Qingzhu tidak melihat dengan mata fisiknya, melainkan —indra yang mampu merasakan getaran kehidupan, residu energi, dan bekas interaksi spiritual yang ditinggalkan oleh makhluk hidup.

Dari kegelapan pikirannya, sebuah peta tiga dimensi terbentuk. Yue Qingzhu melihat garis-garis energi samar membentang dari lokasi pertarungan ke arah barat laut. Garis itu berkedip mirip seperti Cakram Langit yang digunakan oleh orang-orang dari Sekte Phoenix Emas saat melacak keberadaan seseorang. Meski Tian Zi terbang dengan kecepatan tinggi, residu jiwanya masih terbawa oleh angin spiritual.

Yue Qingzhu tidak berbicara, tapi dahinya mengerut saat matanya yang terpejam bergerak cepat mengikuti garis energi.

Dia menemukan titik terang kecil di ujung garis, satu-satunya Benang Jiwa yang bergerak cepat menjauh. Itu adalah Tian Zi. Meski jarak mereka sudah mencapai lima li, Persepsi Jiwa Yue Qingzhu mampu menjangkaunya.

Yue Qingzhu membuka matanya. Simbol di dahinya masih berkedip emas, namun sorot matanya kini berbeda—tajam, fokus, dan penuh keyakinan. Persepsi Jiwa telah memberinya koordinat pasti.

Tanpa kata-kata Yue Qingzhu segera berbalik, mendorong telapak kakinya ke udara. Gaun hijaunya terbang membentuk sayap energi saat dia melesat ke arah barat laut. Kecepatannya luar biasa, namun gerakannya tetap anggun, seolah teratai yang melayang di atas permukaan danau.

______________

★ Ilustrasi Karakter Yue Qingzhu (9) 

More Chapters