Cherreads

Chapter 698 - Perintah Untuk Scorpio

Setelah kepergian Taurus dan Virgo. Suasana di aula rapat galaksi kembali tenang. Beberapa kursi mulai kosong. Sebagian petinggi kembali ke wilayah masing-masing. Sementara yang lain masih membahas berbagai urusan yang belum selesai.

Di tengah semua itu — Leo terlihat sedang berpikir. Tatapannya tertuju pada peta galaksi holografik yang melayang di tengah aula. Tepat pada satu wilayah. Konstelasi Scorpio.

Wilayah misterius itu kembali menarik perhatiannya. Terlalu sedikit informasi yang berhasil dikumpulkan. Terlalu banyak hal yang tidak diketahui. Dan yang paling membuat Leo merasa tidak nyaman — hingga saat ini tidak ada kabar jelas mengenai Scorpios.

Sebagai sesama Sacred Zodiac. Leo tentu mengetahui kekuatan Scorpios. Zodiac itu bukan petarung yang lemah. Sebaliknya. Scorpios termasuk salah satu Zodiac yang mampu bertahan dalam situasi paling berbahaya sekalipun. Justru karena itulah. Keheningan dari Scorpio terasa semakin mencurigakan.

---

Leo perlahan memejamkan mata. Lalu menggunakan kemampuan telepatinya. Gelombang kesadaran menyebar melintasi galaksi. Melewati bintang. Nebula. Dan konstelasi yang tak terhitung jumlahnya. Hingga akhirnya mencapai dua Zodiac yang sedang berada di tempat berbeda.

Sebuah suara bergema di dalam benak mereka.

"Cancer." "Pisces."

Dua Zodiac itu langsung menghentikan aktivitas mereka. Mereka mengenali suara tersebut. Leo.

---

Di sebuah lautan kosmik yang dipenuhi asteroid biru —

Seekor kepiting raksasa perlahan mengangkat kepalanya. Cancer. Tubuhnya sangat besar. Capit-capitnya mampu menghancurkan asteroid dalam sekali jepit. Cangkangnya lebih keras daripada sebagian besar logam galaksi. Meski sifatnya cenderung tenang dan tidak suka mencari masalah — tidak ada yang cukup bodoh untuk meremehkannya.

Sementara itu. Di tempat lain —

Seorang wanita berambut biru panjang berdiri di atas aliran air yang melayang di ruang angkasa. Pisces. Dua ikan bercahaya berenang mengelilinginya. Seperti pengawal setia yang tidak pernah meninggalkannya. Berbeda dari Taurus atau Capricorn. Pisces bukan Zodiac yang mengandalkan kekuatan penghancur. Kemampuannya mengendalikan elemen air terkenal sangat luar biasa. Banyak dunia samudra menghormatinya sebagai penjaga lautan kosmik.

---

Kedua Zodiac itu mendengarkan suara Leo.

"Aku memiliki tugas untuk kalian."

Cancer dan Pisces langsung fokus. Meskipun mereka jarang menerima perintah secara langsung. Jika Leo sampai menghubungi mereka — berarti tugas tersebut penting.

"Pergilah ke Konstelasi Scorpio," ucap Leo.

Kedua Zodiac itu sedikit terkejut. Scorpio. Wilayah yang sedang menjadi pusat berbagai rumor di galaksi.

Leo melanjutkan. "Cari keberadaan Scorpios. Dan jika dia berada dalam kesulitan — bantu dia."

Cancer menggerakkan salah satu capit besarnya. "Hanya itu saja?"

Leo mengangguk. "Ya."

Pisces terlihat berpikir sejenak. "Kenapa harus kami?" tanyanya.

Leo menjawab tanpa ragu. "Karena kalian cocok. Scorpios memiliki afinitas elemen air. Cancer. Pisces. Kalian bertiga akan bekerja lebih baik sebagai satu tim."

Jawaban itu masuk akal. Cancer dan Pisces saling memahami maksudnya. Elemen yang sama sering kali membuat koordinasi antar Zodiac jauh lebih mudah. Terlebih lagi. Misi ini bukan perang. Melainkan investigasi. Dan kemungkinan penyelamatan.

"Kami mengerti," jawab Pisces. "Aku akan berangkat sekarang."

Cancer juga menganggukkan kepalanya yang besar. "Aku juga."

---

Tak lama kemudian. Kedua Zodiac mulai bergerak.

Pisces melesat bersama dua ikan penjaganya. Meninggalkan jejak cahaya biru di ruang angkasa. Sementara Cancer menghancurkan asteroid yang menghalangi jalannya hanya dengan satu gerakan capit. Lalu melesat menuju tujuan yang sama.

Konstelasi Scorpio. Wilayah yang hingga kini masih diselimuti misteri.

---

Kembali ke aula rapat —

Beberapa petinggi galaksi tampak terkejut setelah merasakan gelombang telepati Leo.

"Jangan bilang..." gumam salah satu dari mereka. "Tuan Leo mengirim dua Zodiac sekaligus?"

Yang lain mengangguk perlahan. Ekspresi mereka berubah serius. Hal seperti itu sangat jarang terjadi. Biasanya satu Zodiac sudah cukup untuk menyelesaikan sebagian besar masalah. Namun kali ini. Leo mengirim dua sekaligus.

Oreons yang duduk di singgasananya ikut memperhatikan. "Hm," gumam sang Kaisar. "Jadi kau bahkan mulai penasaran dengan Scorpio."

Leo tidak membantah. Tatapannya tetap tertuju pada peta galaksi. Pada wilayah gelap yang terus mengganggu sistem pengamatan.

Pada konstelasi yang seolah menyembunyikan sesuatu dari seluruh galaksi.

More Chapters