Cherreads

Chapter 179 - BAB 170: BOCAH KARET

​Di tengah sisa-sisa ledakan "Tinta Kehormatan" Kai, sistem biru yang seharusnya hancur justru melakukan manuver terakhir yang paling beringas. Ia tidak lagi mencoba menyogok Kai dengan uang, melainkan dengan Anarki Murni.

​[SYSTEM: KAI, KAU MENOLAK KEKAYAAN? MAKA TERIMALAH KEHANCURAN YANG TIDAK BISA KAU TULIS!]

[FORCED SUMMONING: THE ABSOLUTE LIMIT-BREAKER!]

​Langit di atas Thousand Sunny terbelah menjadi lubang hitam yang sempurna. Dari sana, jatuh seorang pria dengan jubah kuning, sarung tangan merah, dan kepala botak yang mengkilap terkena cahaya kosmik. Ia mendarat dengan dentuman yang tidak menghasilkan ledakan, namun membuat seluruh lautan tertekan ke bawah sedalam seratus meter.

​Saitama berdiri di sana, menatap sekeliling dengan ekspresi datar yang ikonik. Di sampingnya, Luffy yang masih dalam mode Gear Cosmic menatapnya dengan rasa ingin tahu yang besar.

​ Kebingungan dan Prinsip

​Saitama menggaruk kepalanya, mengabaikan monster serangga raksasa yang masih meraung di belakangnya. "Eh? Di mana ini? Tadi aku sedang mengantre obral daging sabtu sore di supermarket..."

​Luffy memiringkan kepalanya, matanya yang besar menatap kepala mengkilap Saitama. "Ooh! Botak! Kau terlihat sangat kuat! Apa kau juga seorang bajak laut yang mencari daging?"

​Saitama menatap Luffy, melihat rambut putihnya yang melayang dan aura bintangnya. "Bajak laut? Bukan, aku hanya pahlawan yang menjadi hobi. Dan kenapa kau terlihat seperti lampu hias yang berjalan?"

​Kai yang masih memegang sisa-sisa "Tinta Darah" berteriak dari jauh, "Saitama! Luffy! Jangan tertipu! Sistem menculikmu ke sini untuk mengacaukan garis waktu kalian!"

​ Mengoyak Prinsip Pahlawan

​Tiba-tiba, suara sistem biru menggema di telinga mereka berdua, mencoba merusak mentalitas pahlawan mereka.

​[SYSTEM TO SAITAMA: LIHATLAH LUFFY. DIA MEMILIKI SEGALA YANG KAU INGINKAN: PETUALANGAN, TEMAN, DAN MUSUH YANG KUAT. JIKA KAU MEMBUNUHNYA, KAU AKAN MERASAKAN KEMBALI DEBAR JANTUNG PERTARUNGAN YANG SUDAH LAMA KAU HILANGKAN!]

​[SYSTEM TO LUFFY: SAITAMA ADALAH ORANG YANG AKAN MENGHANCURKAN IMPIANMU. DIA BISA MENGHANCURKAN ONE PIECE HANYA DENGAN SATU PUKULAN TANPA USAHA. APA KAU AKAN MEMBIARKAN PERJALANANMU MENJADI SIA-SIA?]

​Saitama terdiam, matanya sedikit berubah dari bentuk bulat menjadi tajam. "Satu pukulan untuk mengakhiri segalanya? Kedengarannya membosankan."

​Luffy mengepalkan tinjunya, api putih membara di lengannya. "Aku tidak peduli seberapa kuat kau, Botak! Perjalananku adalah milikkku! Jika kau menghalangi jalan teman-temanku, aku akan menghajarmu!"

​BPerdebatan Filosofis di Tengah Kiamat

​"Hei, Anak Karet," Saitama bicara dengan nada yang sangat datar namun menusuk. "Kau bertarung untuk menjadi Raja, kan? Tapi apa gunanya menjadi Raja jika kau harus hampir mati setiap hari? Lihat aku, aku terlalu kuat hingga semuanya menjadi hambar. Tidakkah kau pikir impianmu itu hanya cara untuk menyiksa diri sendiri?"

​Luffy berteriak sambil meluncurkan serangan bayangan. "Bukan itu intinya! Menjadi Raja Bajak Laut bukan tentang hasil akhirnya, tapi tentang menjadi orang paling bebas di lautan! Kalau aku menang dengan mudah seperti kau, itu bukan kebebasan, itu penjara!"

​Saitama tertegun sejenak. "Penjara... ya? Kau benar juga. Kekuatanku memang terasa seperti penjara yang sangat sunyi."

​ Menulis Ulang Pertemuan

​Kai menyadari bahwa sistem ingin mereka saling bunuh agar energi benturan mereka bisa membangkitkan Origin Devourer sepenuhnya.

​"Saitama! Luffy! Jangan bertarung demi sistem!" Kai mulai menuliskan naskah baru di udara. "Tuliskan kerja sama kalian! Saitama, gunakan pukulanmu untuk menghancurkan sistemnya, bukan pahlawannya!"

​[SYSTEM: ERROR! USER KAI MENCOBA MENGUBAH NASKAH PAKSA! MENGAKTIFKAN MODE BERSERK PADA SAITAMA!]

​Mata Saitama mendadak memerah. Sistem mencoba meretas syaraf motoriknya. "Maaf, badanku bergerak sendiri..." ucap Saitama saat ia mengangkat kepalan tangannya yang legendaris.

​"SERIOUS SERIES..."

​ Pertemuan Dua Pukulan Terkuat

​Luffy tidak mundur. Ia menarik tangannya jauh ke belakang hingga melintasi dimensi.

"GEAR INFINITY: GOMU GOMU NO... MULTIVERSE RED HAWK!"

​Dua pukulan yang bisa menghancurkan tata surya itu saling mendekat. Namun, Qin Tianyang melesat di tengah-tengah mereka, menggunakan seluruh kekuatan Void-nya untuk menjadi jembatan energi.

​"Lakukan sekarang, Kai!" teriak Tianyang sambil menahan tekanan udara yang mulai menghancurkan kulitnya.

​Kai menuliskan kata penutup dengan seluruh sisa hidupnya: "SYARIKAT PAHLAWAN: PENGHANCUR ALGORITMA!"

​Di detik terakhir, kepalan tangan Saitama dan Luffy tidak saling hantam, melainkan bersatu arah menuju Layar Sistem Biru yang melayang di belakang mereka.

​BOOOOOOOOOOOOOOMMMMMMMMM!!!!

​Gelombang kejut dari pukulan gabungan "Keseriusan" Saitama dan "Kebebasan" Luffy menciptakan ledakan putih murni yang menghapus setiap baris kode biru di multiverse. Sistem itu menjerit, suaranya seperti kaca yang digerus, sebelum akhirnya lenyap menjadi ketiadaan.

​Saitama Terjebak Setelah sistem hancur, Saitama tidak bisa kembali ke dunianya. Ia terpaksa ikut di Thousand Sunny. mendapatkan sedikit "Esensi Tanpa Batas" dari Saitama, membuat Gear-nya berevolusi lagi.

​ Kai mendadak kehilangan kemampuannya menulis karena tintanya habis.

tegang Saitama di kapal Luffy?Suasana di atas dek Thousand Sunny setelah ledakan dahsyat itu benar-benar sureal. Asap putih dari Gear Luffy dan uap panas dari pukulan Saitama masih menyelimuti udara. Debu-debu sistem biru yang hancur melayang seperti kunang-kunang digital yang sekarat.

​Saitama berdiri tegak, mengepulkan sedikit asap dari sarung tangan merahnya. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, menatap kru Topi Jerami yang semuanya melongo dengan rahang jatuh ke lantai dek.

​"Jadi..." Saitama memecah keheningan dengan nada datarnya yang khas. "Siapa yang bertanggung jawab atas tagihan supermarketku yang hilang karena aku ditarik ke sini?"

​Zoro perlahan menyarungkan pedangnya, dahinya masih berdarah. "Tanya saja pada si botak berbaju kuning itu... Oh, tunggu, itu kau sendiri."

​"Paman Botak!" Luffy melompat dari bahu Chopper, tubuhnya kembali ke ukuran normal namun masih sedikit berasap. "Pukulanmu tadi... SUGOI! Kau tidak menggunakan Haki, tapi kenapa rasanya seperti seluruh dunia bergetar?!"

​Saitama menatap Luffy datar. "Haki? Apa itu sejenis bumbu dapur? Aku hanya memukulnya dengan serius karena sistem tadi berisik sekali di telingaku."

​Meskipun langit masih retak, insting bajak laut tetap nomor satu: Makan. Sanji dengan sigap (meski pincang) menyiapkan meja panjang di dek kapal menggunakan bahan-bahan sisa yang diselamatkan dari kulkas yang hampir hancur.

​"Oi, Botak," Sanji meletakkan sepiring besar daging panggang dan semangkuk sup di depan Saitama. "Aku dengar kau pahlawan yang suka obralan. Makanlah ini, ini gratis untuk orang yang sudah membantu kapten kami."

​Mata Saitama berbinar, sebuah emosi yang jarang muncul. "Daging... ini daging kualitas tinggi? Kau tidak bohong kan? Tidak ada biaya tersembunyi?"

​"Makan saja sebelum kapten kami menghabiskannya," sahut Usopp sambil menunjuk Luffy yang sudah mulai menelan tiga paha ayam sekaligus.

​Kai duduk di ujung meja, tangannya gemetar. Pena energinya benar-benar padam. "Kalian bisa bersantai? Kita baru saja menghancurkan sistem multiverse. Secara teknis, kita sekarang berada di luar hukum realitas."

​Qin Tianyang duduk di samping Kai, meminum air dengan tenang. "Sejujurnya, Kai, ini adalah momen paling tenang yang pernah kurasakan sejak Lin Feng membawaku ke Utara. Tidak ada notifikasi misi, tidak ada perintah sistem. Hanya... suara ombak."

​"Ngomong-ngomong," Nami menyela sambil menghitung sisa emas yang terselamatkan, "Saitama-san, kau bilang kau tidak punya uang? Bagaimana kalau kau menjadi pengawal kami? Dengan satu pukulanmu, kita bisa menjarah... maksudku, mengamankan harta karun di seluruh Grand Line!"

​Saitama mengunyah dagingnya pelan. "Pengawal? Kalau ada gajinya dan jadwalnya tidak mengganggu waktu tidur siangku, mungkin boleh saja. Tapi jujur, duniamu ini aneh. Ada manusia rusa yang bicara, dan ada orang yang memegang pedang di mulutnya. Apa gigimu tidak sakit?"

​Zoro tersedak birnya. "Itu teknik bertarung, bodoh!"

​"Dan kau," Saitama menoleh ke arah Tianyang. "Kenapa auramu gelap sekali? Kau terlihat seperti orang yang kurang tidur karena memikirkan dosa masa lalu. Santai saja, Bro. Dunia tidak akan hancur hanya karena kau membuat kesalahan satu atau dua kali."

​Tianyang tertegun. Seorang pahlawan terkuat sejagat baru saja memberinya nasihat kehidupan yang sangat santai. "Mungkin... kau benar, Saitama."

​Tiba-tiba, Brook yang sedang memainkan biola di pojok dek berhenti. "Yohohoho... nadanya berubah, teman-teman. Ada suara yang mendekat, tapi bukan suara manusia."

​Layar sistem yang seharusnya sudah hancur, tiba-tiba memproyeksikan sebuah gambar di udara. Bukan layar biru, melainkan warna hitam pekat dengan tulisan putih manual tulisan tangan Lin Feng.

​[PESAN TERAKHIR LIN FENG: SAITAMA, LUFFY, TIANYANG... JANGAN LENGAH. SISTEM BIRU HANYA KULITNYA. DAGINGNYA ADALAH 'THE VOID GOD' YANG KINI MARAH KARENA SAITAMA MASUK KE DIMENSI INI. KALIAN TELAH MENCAMPURKAN DUA LOGIKA YANG BERBEDA, DAN ALAM SEMESTA SEDANG BERUSAHA 'MENGHAPUS' KALIAN SEMUA UNTUK MENYEIMBANGKAN DIRI.]

​"Menghapus?" Robin menutup bukunya dengan wajah serius. "Maksudnya, alam semesta akan melakukan formatting total pada dimensi ini?"

​"Eh? Jadi aku tidak bisa pulang?" Saitama tampak sedikit panik. "Lalu bagaimana dengan apartemenku? Kalau aku menghilang, siapa yang akan membayar sewanya?!"

​"Wahahahaha!" Luffy tertawa lebar sambil berdiri di atas pagar kapal. "Kalau alam semesta ingin menghapus kita, maka kita hanya perlu memukul 'penghapusnya', kan?"

​ Sang Penghapus

​Lautan Grand Line mendadak menjadi tenang, terlalu tenang hingga menyerupai cermin. Dari bawah air, muncul ribuan bayangan putih tanpa wajah yang disebut "The Erasers". Mereka tidak memiliki energi, tidak memiliki aura, hanya kekosongan yang berjalan.

​"Mereka datang," ucap Kai, mencoba memaksakan sisa energinya. "Mereka adalah antibodi alam semesta. Mereka akan menyentuh kita dan membuat kita seolah-olah tidak pernah lahir."

​Saitama berdiri, mengelap mulutnya dari sisa saus daging. "Yah, makanannya enak. Kurasa aku harus membayar makanan ini dengan sedikit olahraga."

​Saitama berjalan ke depan Luffy dan Tianyang. "Hei, Anak Karet, Anak Void. Jangan sampai tersentuh mereka. Biar aku yang membuka jalan, kalian yang cari inti dari masalah ini."

​"Siap, Paman Botak!" Luffy mengepalkan tinjunya yang mulai membesar lagi.

​Tianyang mencabut pedangnya, matanya kembali menyala ungu. "Mari kita lihat apakah 'Penghapus' ini bisa menghapus kehampaan yang sudah ada dalam diriku."

​ Kai menyadari bahwa cara menghentikan ini bukan dengan pedang, tapi dengan menuliskan "Sejarah Baru" di atas tubuh Saitama sebagai kertasnya?

​ mengerikan sekaligus absurd. Ribuan The Erasers makhluk putih tanpa tekstur mulai merayap naik ke lambung Thousand Sunny. Mereka tidak bersuara, namun setiap kali tangan mereka menyentuh kayu kapal, bagian kayu itu lenyap seolah-olah dihapus oleh penghapus raksasa.

​Di tengah ketegangan yang memuncak, Saitama justru melakukan sesuatu yang membuat semua orang ingin berteriak.

​"Oi, Botak! Apa yang kau lakukan?!" raung Zoro saat melihat Saitama justru jongkok di pinggir dek sambil memegang sebuah jaring ikan kecil.

​"Tunggu sebentar," ucap Saitama dengan wajah sangat serius. "Tadi aku melihat ada kepiting raksasa berwarna emas yang ikut muncul bersama makhluk-makhluk putih ini. Kalau aku bisa menangkapnya, itu bisa jadi menu makan malam yang mewah untuk mengganti rugi daging yang kumakan tadi."

​"KITA SEDANG DIHAPUS DARI EKSISTENSI, BODOH!" teriak Usopp sambil menembakkan peluru Pop Green ke arah Erasers yang mulai mendekati kaki Saitama.

​Saitama mengibaskan tangannya pelan untuk mengusir Eraser yang mengganggunya. "PLAK!" Pukulan santai itu menciptakan gelombang kejut yang justru meniup balik bukan hanya para Erasers, tapi juga layar utama Thousand Sunny hingga hampir robek.

​"KAPAL KITA! JANGAN MEMUKUL KE ARAH KAPAL, BOTAK!" teriak Franky sambil menangis melihat tiang penyangga kapalnya retak karena angin pukulan Saitama.

Karena Satu Gerakan

​Kekonyolan Saitama yang terlalu kuat membawa petaka. Saat ia melompat untuk mengejar kepiting emas imajinasinya, ia menjejakkan kakinya terlalu keras di dek.

​KRAAAKKK!

​"Thousand Sunny miring!" teriak Nami. Kapal itu terangkat satu sisi, membuat Chopper dan Brook hampir terjatuh ke laut yang penuh dengan Erasers.

​"Maaf, maaf! Deknya agak licin!" Saitama berteriak sambil melayang di udara, mencoba menyeimbangkan diri namun justru menabrak Gaon Cannon hingga penyok.

​Kai menepuk jidatnya. "Lin Feng benar... mencampurkan logika Saitama ke dunia ini adalah bencana. Kekuatannya terlalu besar untuk wadah dimensi ini!"

​Melihat kekacauan di dek karena Saitama yang justru sibuk "bermain" dengan Erasers (yang bagi Saitama hanya seperti nyamuk putih yang mengganggu), Lin Feng mengirimkan instruksi lewat transmisi cahaya.

​"Luffy! Tianyang! Jangan urus si Botak itu! Dia tidak bisa mati, tapi kapal kalian bisa! Cepat selami inti lautan, cari 'Origin Plug' yang menyedot realitas ini!"

​Luffy menatap Qin Tianyang. "Kakak Bermata Merah! Ayo kita balapan ke bawah laut! Siapa yang sampai duluan boleh memukul paman botak itu sekali!"

​"Aku tidak yakin bisa memukulnya, Luffy," jawab Tianyang sambil menghunus pedangnya, "tapi aku setuju kita harus pergi sekarang sebelum Saitama benar-benar menghancurkan kapal ini karena mencoba menangkap kepiting."

​ [Void Bubble – Rubber Propulsion]

Tianyang menciptakan gelembung hitam yang meniadakan tekanan air (Void Sphere), sementara Luffy menggunakan kakinya sebagai baling-baling dalam mode Gear 4.

​Mereka berdua melesat masuk ke dalam laut perak, menembus ribuan Erasers yang mencoba menghalangi jalan mereka.

​Di dalam laut yang dingin dan bercahaya perak, suara mereka bergema melalui koneksi jiwa yang diciptakan Kai.

​"Luffy," ucap Tianyang sambil menebas seekor Eraser raksasa yang berbentuk seperti gurita. "Kau tidak takut? Jika kita gagal, duniamu, teman-temanmu... semuanya akan hilang."

​Luffy tertawa di dalam gelembung, suaranya sedikit terdistorsi air. "Takut? Shishishi! Kalau aku takut, aku tidak akan pernah meninggalkan desa kapungku! Lagipula, aku punya kru yang hebat. Selama mereka ada di atas, aku tahu aku punya tempat untuk pulang!"

​Tianyang terdiam. Ia melihat tekad Luffy yang murni. "Kau sangat berbeda dengan orang-orang di duniaku. Di sana, semua orang bertarung untuk menjadi yang tertinggi dengan menjatuhkan yang lain. Tapi kau... kau bertarung agar semua orang bisa tetap berdiri."

​"Tentu saja!" Luffy mengepalkan tinjunya. "Karena menjadi Raja bukan tentang berdiri di atas gunung mayat, tapi tentang mengadakan pesta terbesar di dunia dengan semua orang!"

​ Jantung Penghapus

​Mereka sampai di dasar laut yang berbentuk seperti sirkuit raksasa yang berdenyut biru. Di tengahnya, terdapat sebuah pilar kristal hitam yang sedang memancarkan gelombang "Penghapusan".

​"Itu dia!" Tianyang bersiap dengan pedangnya. "Void Extinction: Zero Point!"

​Namun, pilar itu tidak sendirian. Ia dijaga oleh versi "Eraser" dari Lin Feng sendiri sebuah manifestasi dari ketakutan terdalam sistem terhadap penciptanya.

​"Guru...?" Tianyang tersentak.

​"Bukan!" teriak Luffy. "Itu cuma monster yang wajahnya mirip paman itu! Hajar saja, Tianyang!"

​Kembali ke permukaan, Saitama akhirnya berhasil menangkap sesuatu, tapi bukan kepiting emas. Ia justru menangkap Ekor The Eraser Prime yang muncul dari bawah kapal.

​"Dapat kau, Kepiting Eh? Kenapa kau panjang sekali dan tidak punya cangkang?" Saitama menarik ekor itu dengan kekuatan penuh.

​"JANGAN DITARIK, TOLONG!" teriak Sanji saat melihat kapal mereka terseret ikut bersama tarikan Saitama. "KAU AKAN MENARIK SELURUH DASAR LAUT KE ATAS!"

​Seluruh lautan Grand Line mulai terangkat karena tarikan Saitama yang tidak masuk akal. Efeknya, Luffy dan Tianyang di bawah sana tiba-tiba merasakan gravitasi yang berbalik!

Karena tarikan Saitama, dasar laut runtuh menimpa mereka. Bagaimana mereka keluar?

​Kekuatan Sejati Eraser Lin Feng: Monster ini menggunakan teknik Lin Feng tapi tanpa belas kasihan.

Nami akhirnya memberikan "Pukulan Haki Cinta" kepada Saitama yang membuatnya tunduk (satu-satunya hal yang bisa melukai Saitama adalah kemarahan navigator yang kapalnya rusak).

Layar langit Grand Line yang tadinya dipenuhi kode hujan mendadak membeku. Warna merah darah menyelimuti cakrawala, dan suara statis yang menyakitkan telinga bergema dari segala arah. Layar sistem biru yang seharusnya hancur, kini muncul kembali dengan ukuran raksasa, menutupi seluruh pandangan.

"The Puppet Master's Quest"

​[PEMBERITAHUAN SISTEM: PROTOKOL PENGHAPUSAN DIHENTIKAN SEMENTARA.]

[MISI BARU: "ULANGI SEJARAH DENGAN KEKONYOLAN".]

[PERINTAH: SEMUA KARAKTER HARUS BERTUKAR KEMAMPUAN DAN PERAN DALAM 60 DETIK. JIKA GAGAL, SELURUH REALITAS AKAN DI-FORMAT MENJADI DATA KOSONG!]

​"Apa-apaan ini?!" teriak Zoro. Tiba-tiba, ia merasakan tangannya menjadi lemas. Tiga pedangnya jatuh berdenting ke dek. "Tanganku... kenapa tanganku menjadi elastis seperti karet?!"

​Luffy di sisi lain, mendadak memegang tiga pedang Zoro dengan wajah bingung. "Eh? Kenapa kepalaku tidak bisa membal? Dan kenapa aku ingin sekali tersesat ke arah dapur?!"

​Sistem benar-benar mengamuk. Ia mengacak-acak jati diri mereka untuk menghancurkan koordinasi tim.

​ Identitas di Atas Sunny

​"Ini bencana!" Nami mencoba melihat peta, tapi matanya mendadak menjadi sangat tajam hingga ia bisa melihat molekul udara. "Kenapa aku memiliki kemampuan observasi jarak jauh milik Usopp?! Dan di mana kompas-ku?!"

​Saitama berdiri di pojok, menatap tangannya. Wajah datarnya berubah menjadi sedikit panik. "Oi... kenapa aku merasa sangat lapar dan ingin menendang seseorang dengan api? Dan... kenapa aku punya rambut pirang yang melengkung di alisku?!"

​Sanji (yang kini botak dan memakai jubah kuning Saitama) mencoba menendang Eraser yang mendekat, tapi kakinya tidak mengeluarkan api. Malah, saat ia mengayunkan tinjunya secara tidak sengaja, sebuah ledakan udara menghancurkan separuh lautan di depan mereka. "APA-APAAN KEKUATAN MONSTER INI?! AKU HANYA INGIN MEMASAK!"

​Kai menatap tangannya yang kini memegang tongkat cuaca Nami. "Sistem ini benar-benar gila. Ia tahu bahwa kita hanya bisa menang jika kita bekerja sama dengan kemampuan asli kita. Dengan menukar peran ini, kita menjadi lumpuh!"

Komedi Tragis

​"Botak! Eh, maksudku Sanji!" Luffy (dengan gaya bicara kaku seperti Zoro) berteriak sambil mencoba menggigit pedang. "Gunakan pukulan itu lagi! Hancurkan layar biru itu!"

​Sanji (dalam tubuh Saitama) berteriak frustrasi, "Aku tidak tahu cara mengendalikannya, bodoh! Setiap kali aku bergerak, aku hampir menghancurkan kapal ini! Dan kenapa kau bicara seperti si Marimo hijau itu?!"

​Zoro (dalam tubuh Luffy) mencoba memanjangkan tangannya untuk menebas musuh, tapi tangannya justru tersangkut di tiang kapal. "Sialan... bagaimana si bodoh ini bisa hidup dengan tubuh selunak ini?! Rasanya seperti tulangku hilang semua!"

​Qin Tianyang adalah yang paling malang. Ia mendadak memiliki kemampuan biola Brook. Setiap kali ia mencoba mengeluarkan ilmu pedang Void, yang keluar justru nada musik yang menyedihkan. "Lin Feng... maafkan aku... aku tidak bisa bertarung, aku hanya bisa bernyanyi tentang kematian..."

​ "Harmoni Kekacauan"

​Melihat teman-temannya saling bertabrakan karena kekuatan baru mereka, Kai menyadari sesuatu. Sistem ingin mereka panik.

​"Semuanya, tenang!" Kai berteriak, menggunakan kekuatan iklim Nami untuk menciptakan petir di atas kapal agar semua orang memperhatikannya. "Jangan mencoba mengendalikan kekuatan baru kalian seperti pemilik aslinya! Gunakan insting kalian sendiri!"

​"Saitama! Maksudku, Sanji! Jangan berpikir untuk menendang! Pikirkan saja kau sedang memukul bahan makanan yang sangat keras!"

​"Luffy! Jangan bertarung seperti Zoro! Kau adalah karet yang memegang pedang! Jadilah kreatif!"

​ Serangan Tanpa Logika

​Sistem menyadari Kai mencoba mengatur strategi. Ia segera mengirimkan pasukan Eraser Prime yang kini jumlahnya mencapai puluhan.

​[SYSTEM: WAKTU TERSISA 10 DETIK. FORMATTING DIMULAI DALAM 3... 2...]

​"Sekarang!" teriak Kai.

​Luffy (Gaya Pedang Karet) Ia memanjangkan tangannya yang memegang pedang, lalu memutarnya seperti baling-baling raksasa. "Gomu Gomu no... SANTOURRYU WINDMILL!" Ribuan Eraser terpotong dalam putaran yang tidak masuk akal.

​Sanji (Pukulan Serious Series - Versi Koki) Sanji melompat, ia tidak menendang, tapi memberikan pukulan tinju ke arah langit seolah sedang menggeprek bawang putih. "SERIOUS... MEAT TENDERIZER!"

​Ledakan udara dari tinju Sanji (Saitama) begitu dahsyat hingga ia bukan hanya menghancurkan Erasers, tapi juga menghantam Layar Sistem Biru hingga retak seribu.

​Saat layar sistem retak, sebuah notifikasi baru muncul dengan warna emas yang mencurigakan.

​[MISI BERHASIL: KEKACAUAN TERCAPAI.]

[HADIAH: KEMAMPUAN BERTUKAR PERAN MENJADI PERMANEN SELAMA 24 JAM.]

[BONUS: KAI MENDAPATKAN 'KUNCI KEKAYAAN' LAGI, TAPI DENGAN SYARAT DIA HARUS MEMBIARKAN LUFFY DAN TIANYANG TERHAPUS DARI SEJARAH.]

​Kai menatap layar itu dengan wajah pucat. Di tangannya kini muncul sebuah kunci emas yang berdenyut, memancarkan aroma kemewahan yang bisa membuat siapa pun buta. Namun di bawah kaki Luffy dan Tianyang, lubang penghapusan mulai terbuka kembali.

​"Lagi-lagi pilihan ini..." bisik Kai.

​Saitama (dalam tubuh Sanji yang penuh gaya) berjalan mendekat, menyalakan sebatang rokok (meski tangannya gemetar karena kekuatan Sanji yang asing baginya). "Hei, Penulis. Kau terlihat sangat tertekan. Apa kunci itu benar-benar lebih berharga daripada melihat bocah karet ini tersenyum?"

More Chapters