beberapa tahun kemudian dipadepokan Ki Rawas Septo sedang membaca dan mengamati kitab wasiat yang dimana kitab tersebut berisi kitab untuk kesaktian dan berbagai macam gerakan beladiri yang bias mengendalikan emosi, ego, amarah dan pengobatan. Lalu tiba-tiba Angkara Durja Geni mengetuk ruangan Ki Rawas Septo dan memberikan minuman kepada Ki Rawas Septo dimana didalam minuman tersebut sudah diberikan racun tanpa sepengetahuan Ki Rawas Septo. Sehingga Ki Rawas Septo mengalami keracunan sampai kritis.
"Bruukkk… aaaaaa.. apa yang kamu lakukan?, kamu akan mendapatkan ganjaran kelak."?? ucap kirawas septo sembari menunjuk dengan tangan bergetar kearah angkara durja geni.
"Aaaa.. ampun Mbah guru, minuman ini sebenarnya bukan saya yang membuat tapi Panji Kencana yang memberikan ke saya untuk mbah guru."?! jawab angkara durja geni sembari tersenyum palsu seakan-akan prihatin dan terkejut.Tiba tiba muncul panji kencana ingin menghampiri Ki Rawas Septo untuk menanyakan kepada ki rawas septo perihal latihan besok, tetapi tanpa diketahui panji kencana kalau ki rawas menerima minuman yang baru saja dibuat oleh panji kencana dan angkara dengan baik hati membantunya memberikan minuman itu kepada ki rawas septo,lalu panji kencana mencoba membantu dan mengobati Ki Rawas Septo, namun tiba-tiba Ki Rawas Septo mendorong Panji Kencana karena sudah terhasut oleh Angkara Durja Geni hingga membuat Panji Kencana bingung atas Ki Rawas Septo yang sangat marah terhadap Panji Kencana. Angkara Durja Geni pun hanya tersenyum sinis dan pura-pura khawatir terhadap Ki Rawas Septo.
"Lebih baik kamu pergi dari sini, karena suatu saat akan terjadi apa yang telah kamu lakukan terhadap saya." ucap kirawas septo yang memarahi panji kencana karena dihasut oleh angkara durja geni dengan tangan bergetar menunjuk panji kencana.
"Maaf mbah guru, mohon dijelaskan apa yang telah terjadi hingga mbah terluka seperti ini dan menyalahkan, saya?." jawab panji kencana yang tidak mengetahui apa yang terjadi dan apa yang dialami kirawas septo kemudian kirawas langsung berkata.
"Pergi dari sini, saya tidak akan pernah menganggap kamu sebagai murid dengan apa yang telah kamu lakukan terhadap saya."!! ucap kirawas septo lantang dengan menatap tajam kearah panji kencana dan sangat marah dan tidak menyangka apa yang dilakukan panji kencana.
"Tapi mbah, saya benar benar tidak mengerti apa yang telah terjadi dan apa yang saya lakukan. Kalau saya benar-benar salah saya minta maaf."!! jawab panji kencana sembari meneteskan air mata serta tidak tahu apa, dan kenapa kirawas septo bisa marah.Kemudian panji kencana dengan berat hati meninggalkan padepokan setelah dirinya diusir oleh Ki Rawas Septo yang dihasut Angkara Durja Geni, sehingga membuat mengambil keputusan tanpa berpikir. kemudian Ki Rawas Septo mencoba mengobati dirinya sendiri dengan melakukan bersemedi hingga mencoba memulihkan diri dari racun yang berada dalam tubuhnya, tiba-tiba saja ada seseorang yang menikam dirinya dari belakang memakai topeng tanpa memperlihatkan wajahnya dan kemudian Ki Rawas Septo mencoba melakukan perlawanan hingga ki rawas septo berhasil memberikan pukulan kepada angkara durja geni, namun seseorang yang memakai topeng itu dengan liciknya menusuk dengan pisau yang telah ditaburi racun. Lalu ki rawas septo dengan perlawanannya yang gesit walau diracuni juga ki rawas septo berhasil membuka topeng dan mengenali orang yang dibalik topeng itu.
"Laaaa..llaaaaaa…llaaaaaknaaaaatt kamu Angkara Durja Geni. Ternyata semua ini adalah perbuatanmu, apa tujuan kaa…kaaammuu melakukan semua ini??!." kata kirawas septo yang terkejut dan sangat murka atas apa yang dilihatnya.
"Heehhheeehhheeee…. Itu adalah kebodohanmu pak tua!. Karena kamu mengajari aku ilmu tidak setinggi apa yang kamu ajarkan kepada Panji Kencana."!! kata angkara durja geni sembari menyeringai licik menatap kirawas yang tengah tak berdaya.
"Jaaadd…jjaaaaaddd… jaaaadddiiii kamu, kamu yang melakukk…kan hal itu, memberikan racun pada minuman itu pada tempo hari. Hingga kamu mengkambing hitamkan Panji Kencana yang tidak melakukan kesalahan apapun dan saya usir."!! ucap kirawas septo dengan terbata-bata dengan ucapannya akibat terkena serangan oleh angkara durja geni.
"Kamu terlalu mempercayai ucapanku, dan itu merupakan kesalahanmu sendiri pak tua. Kenapa kamu membedakan aku dengan Panji Kencana??. Dan kamu juga terlalu menyayangi Panji Kencana." jelas angkara durja geni dengan mata tajam dan api kecemburuan muncul dimatanya.
"Terrr…..teeerrrr…terrrrrrkutuklah kamuu!!!! Angkara Durja Geni. Kelak Kamu akan mendapatkan akibat dari perbuatanmu.!!" jawab kirawas septo dengan mata menatap tajam kearah angkara durja geni dengan tatapan menyesal karena tidak mendengarkan penjelasan panji kencana hingga Akhirnya, Ki Rawas Septo berpura-pura memejamkan matanya dan mendengarkan tindakan Angkara Durja Geni. Sehingga Angkara Durja Geni tidak menemukan kitab suci yang ia cari, kemudian ia mencari ke sudut yang lain. Lalu Ki Rawas Septo membaca mantra untuk mengirim kitab tersebut kepada Panji Kencana, seketika kitab tersebut lenyap dari padepokan dan kitab itu langsung berada pada Panji Kencana tanpa ia sadari. Hingga Angkara Durja Geni menghampiri Ki Rawas Septo yang berpura-pura mati didepan angkara durja geni untuk menanyakan tentang kemana kitab itu disimpan.
"Biiiiaaaadaaaaaaaaabbb, Pak Tuaaaaaaa dimana kitab itu kamu simpan.!!!!!!!!" umpat angkara durja geni dengan kesal dan kecewa atas apa yang menjadi tujuannya tidak tercapai.
Kemudian ki rawas septo tidak bergerak dan angkara durja geni memeriksa ki rawas septo dan ki rawas septo berhasil mengelabuhi angkara durja geni untuk percaya kalau dirinya sudah tewas, tetapi angkara durja geni tidak tahu kalau ki rawas septo menguasai ilmu tipu daya. Hingga angkara durja geni merasa kecewa atas apa yang telah ia lakukan lalu angkara durja geni melenggang pergi dari padepokan. tidak berapa lama Angkara durja geni sedang berjalan dihutan lebat dan merasa dirinya telah sia-sia melakukan semua ini sudah memfitnah panji kencana tetapi tidak mendapatkan apa-apa setelah meracuni dan membunuh.
"Brengseeeeeeeeeeeekkkk, semuanya sia-sia saja apa yang telah aku lakukan,selama ini.?" ucap angkara durja geni sembari memaki dan kesal apa yang ia lakukan telah sia-sia. lalu angkara durja geni berpikir," Apa yang harus aku lakukan sekarang, kitab sucinya saja tidak ada.?" ucap angkara durja geni sembari mencoba menenangkan diri.
Lalu begitu angkara durja geni yang sedang kebingungan tiba-tiba saja mendengar suara misterius entah dimana dan memerintahkan angkara durja geni untuk bersemedi kalau ingin mengetahui untuk mendapatkan kesaktian dan menjadi tambah kuat dan tak terkalahkan.
"Kamu tidak usah bingung, kalau untuk menambahkan kesaktian.?" kata suara sosok misterius merasuki pikiran angkara durja geni lalu angkara durja geni kebingungan dan mencari.
"Siapa kamu.? Apa maksudmu.?" tanya angkara durja geni sembari mencari asal dari mana suara.
"Kalau kamu ingin menambahkan kesaktian dan tak terkalahkan bersemedilah dibawah pohon besar,dan disana aku akan memberikan petunjuk kepadamu.?"kata suara misterius merasuki pikiran angkara durja geni
"Aku tidak percaya kepadamu.? Sebelum kamu memberikan penjelasan.?" jawab angkara durja geni sembari meminta penjelasan. Lalu suara itu tidak ada lagi dan langsung menyeret angkara durja geni dan yang menyeret angkara durja geni adalah asap hitam kemudian membuat angkara durja geni minta ampun dan akan mengikuti semua perinta suara yang tidak tahu dari mana.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh… aaammm….aaaaaammmmpun, baiklah,baiklah.? Aku akan mengikuti apa yang akan kamu katakan.?" ucap angkara durja geni sembari menahan sakit.Kemudian angkara durja geni berjalan mencari pohon yang paling besar dan melakukan bersemedi disana untuk mengerti apa yang akan dimaksud dengan suara misterius itu entah dari mana.
