Sementara dipadepokan Ki rawas septo yang telah berpura-pura meninggal ketika angkara durja geni berusaha sekuat tenaga untuk berdiri namun tidak sanggup dan langsung mencoba mencari obat yang telah dibuat tetapi tidak mampu bergerak, kemudian nini gethuk menemui ki rawas septo yang tengah terlika parah dan sangat kritis hingga tewas dipangkuan lnini gethuk.
"Uhhuuuuk…uhuk…. Dasar murid durhaka, kamu akan menerima ganjaran apa yang telah kamu lakukan.?"ujar kirawas septo sembari menahan sakit dan terbata-bata akibat keracunan dan diserang oleh angkara durja geni.
Nini gethuk hendak menghampiri ki rawas septo untuk menyampaikan kalau obat yang minta diantarkan olehnya sudah disampaikan kepda orangnya, namun nini gethuk melihat kirawas septo yang terluka parah dan mencoba sekuat tenaga menuju kearah obat dengan menyeret tubuhnya kearah obat yang disimpannya didalam lipatan pakaian serta ingin mengambil obat yang telah dipersiapkan olehnya tetapi apa daya karena sudah sangat parah dan tidak akan tertolong lagi.
"Nuwun sewu,mbah…. Mbaaaaaaaaaaahh… mbah apa yang terjadi mbah… hikss..hiks… hiks…" ucap nini gethuk yang menangis histeris sedih karena nasib kirawas septo.
"An…ang….angkara duur…durja ge.geni… tolong sampaikan kepada pa..panji kalau aku mi..mi..minta ma…ma..maaf telah memfitnahnya.? Aaaaaaaaaaaahhhhhhhhh.." ucap kirawas septo dengan terbata-bata karena merasa bersalah atas apa yang dilakukannya terhadap muridnya panji kencana hingga
"Mmmmbaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh… baik mbah akan aku sampaikan kepada,kakang panji.?"teriak kirawas septo yang histeris menangis akibat meninggalnya kirawas septo.
Lalu ki rawas septo tewas dipangkuan nini gethuk dan nini gethuk merasa bersalah karena selama ini nini gethuk juga berpikir kalau apa yang dilakukan oleh panji yang menyebabkan mbah gurunya, ternyata dia salah selama ini, dan itu adalah perbuatan angkara durja geni.
"Kakangmas, maafkan aku selama ini aku telah salah paham kepadamu.?" Ucap nini gethuk sembari terisak tangis akibat kematian gurunya.
Kemudian nini gethuk mengelap air matanya yang menetes dan langsung segera memakamkan mayat ki rawas septo yang telah tewas, hingga membuatnya seperti kehilangan atas kepergian panji kencana dan juga selama ini tidak disangka kalau ternyata hanya salah paham, kemudian Nini gethuk selesai memakam kan ki rawas septo dan menangis dengan sedih atas apa yang telah menimpah ki rawas septo hingga mengingat ketika nini gethuk latihan serta mengenang ketika ki rawas septo mengusir panji kencana dengan sedih dan sangat bingung atas apa yang dilakukan tidak tahu tetapi panji kencana malah hanya kecewa saja, dan ketika nini gethuk mengingat angkara durja geni yang hanya tersenyum ketika itu dia mengepalkan tanah kuburan dan hanya mengingat penuh kebencian.
"Dasar tidak bisa di percaya.?Kakangmas, sekarang kamu dimana.? Pasti kamu kecewa sekali atas sikap aku serta mbah guru,kangmas.? Maafkan aku…." Ucap nini gethuk sembari menangis mencari keberadaan panji kencana.
Lalu setelah melakukan pemakaman kepada mbah gurunya nini gethuk akhirnya langsung memutuskan untuk mencari-cari panji kencana tetapi takdir tidak mempertemukan mereka. Sementara dijalan hutan Panji kencana yang sedang berjalan yang entah tidak tahu mau kemana arah dan tujuan lalu tidak tahu apa yang sedang terjadi sampai-sampai dirinya diusir dan bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
"Sebenarnya apa yang telah dilakukan olehku,hingga membuat mbah guru mengusirku.?" Ucap panji kencana didalam hati sembari meneteskan air mata
Lalu panji kencana (muda) dengan keadaan bingung atas apa yang menimpa dirinya hingga tidak habis pikir kenapa bisa dirinya di usir hingga tidak ada yang dijelaskan sebabnya sampai-sampai diusir dari padepokan.
"Ya gusti, mohon berilah hambamu ini petunjuk, dan hamba ndak bisa menerima semua yang terjadi tanpa hambamu ini ketahui.?" Kata panji kencana sembari berdo'a meminta petunjuk atas kesalahan yang diperbuat oleh panji kencana lalu panji kencana segera meneruskan perjalanannya masih dalam keadaan yang tercampur aduk hingga membuat panji kencana menjadi semakin meneteskan air matanya. Dan dihutan dihutan belantara Angkara durja geni sedang melakukan semedi dan berkeringat dingin hingga membuat dirinya yang sudah amat seram dan kemudian angkara durja geni masuk kealam sadarnya.
"Angkoro durjo geni, kamu akhirnya melakukan apa yang telah aku perintahkan.?" Kata suara misterius merasuki pikiran angkara durja geni.u
"Kalau aku boleh tahu, apa yang harus aku lakukan mbah, untuk mendapatkan kesaktian.?"jawab angkara durja geni sembari penasaran
"Kamu harus melakukan menghisap sukma seorang warga, tetapi kalau kamu menghisap sukma seorang pendekar yang sakti,kamu akan menambahkan kesaktianmu dua bakan tiga kali lipat.?" Kata suara misterius sembari mengucapkan dengan suara berat.
"Tetapi mbah, apakah aku mampu melakukan itu, apa masih ada syarat lain.?" Kata angkara durja geni sembari muncul rasa keraguan.
"Syarat yang kedua adalah bantu orang yang sedang melakukan kejahatan yang sedang dalam bahaya dan terancam nyawa,terimalah mereka sebagai pengikutmu dan suruh mereka untuk melakukan penumbalan bayi ketika kamu mengajak mereka menjadi pengikutmu.?" Kata suara misterius sembari bertambah berat.
"Bagaimana mencari orang yang melakukan kejahatan mbah, kalau dihutan ini saja aku sendirian.?" Ucap angkara durja geni dengan penuh keraguan dan tidak yakin.
"Mereka nanti akan tiba, dan kamu manfaatkan membantu mereka,itu adalah takdir .?" Kata suara misterius sembari menjelaskan
"Baik mbah, akan saya lakukan semua apa yang mbah perintahkan.? Tetapi…"kata angkara durja geni dengan penuh keraguan.
"Ndak ada tapi-tapian lagi, lakukan lah ketika malam hari untuk melakukan menghisap sukma orang.?"bentak suara misterius kepada angkara durja geni dengan suara berat.
"Baik mbah.?" Ucap angkara durja geni dengan terpaksa.
Lalu angkara durja geni langsung membuka matanya dan berpikir, bagaimana bisa menemukan orang yang kesusahan dalam melakukan kejahatan. Dan dalam keadaan sangat mendesak kemudian angkara durja geni langsung berdiri dan berjalan kesekitar hutan untuk melaksanakan perintah suara misterius. Sementara Kelima saudara seperguruan yang sedang terluka parah akibat juragan beserta anak buahnya, kemudian angkara durja geni mengatakan kepada mereka tidak perlu takut dengannya, dan dia juga berniat membantu.
"Aaaahhhh benar kang, kanuragan kita tidak ada apa-apanya, dibandingkan dengan anak buah juragan itu.?" Ucap suwondo geni sembari menahan sakit akibat serangan anak buah juragan .
"Aaahhh benar sekali kakang, kalau saja kanuragan kita tinggi tidak mungkin kita bisa begini.?"jawab suwandi geni sembari menahan sakit kemudiab mendekati angkara durja geni langsung berkata.
"Maaf tuan, nuwun sewu sudah membantu kami, kami ingin pergi dahulu, tuan.?"tanya suwandi geni dengan hormat.
"Kalian sebenarnya hendak kemana, kenapa mereka mau membunuh kalian.?"tanya angkara durja geni dengan rasa ingin tahu kepada para begal ini.
"Sebenarnya kami ingin menguji kanuragan kami, tetapi.."ucap seto geni dengan ragu dan berpikir.
"Aaahh tidak tuan saudara kami salah ucap kepadamu, sebenarnya kami hanya lewat saja.?" Kata sapta geni sembari menutupi apa yang ingin dikatakan seto geni
"Kalian tidak usah takut, ceritakan saja kepada ku.?" Kata angkara durja geni menenangkan mereka untuk bicara terus terang.
"Begini tuan sebenarnya kami ini ingin sekali mencari guru untuk menambahkan keanuragan kami.?" Kata suwondo geni sembari menjelaskan
"Mencari guru, supaya kalian apa.?" Tanya angkara durja geni ingin tahu atas tujuan mereka.
"Supaya kami bisa menambahkan kesaktian kami, dan kami disegani serta ditakuti di desa ini tuan.?" Jawab suwandi geni dengan kemauannya dan yang lainnya.
"Apa kalian siap menerima, syarat dan sumpah.?" Kata angkara durja geni dengan memberikan hal yang mereka inginkan dengan bersyarat.
"Kami siap untuk menerima syarat dan sumpah.?" Ucap suwondo geni sembari memberikan hormat.
"Apa kalian bersedia menjadi pengikutku.?" Tanya angkara durja geni dengan mata tajam melihat kearah mereka yang telah angkara durja geni bantu.
"Kami siap dan bersedia, apa pun syarat dan sumpahnya tuan.?"ucap suwondo geni tanpa berpikir.
"Siapa nama kalian.?" Tanya angkara durja geni
"Nama saya suwondo geni tuan, dan para saudara seperguruan saya ini, suwandi geni,yang ini sugandi geni,kalau yang ini sapta geni,, yang terakhir seto geni .. tuan.?" Ucap suwondo geni sembari memperkenalkan teman-temannya.
"Namaku angkara durja geni, kalian bisa panggil aku saja, tuan ketua.?" Icap angkara durja geni memperkenalkan diri.
"Sembah hormat kami, tuan ketua.?" Ucap para pengikut angkara durja geni serempak memberi hormat.
Angkara durja geni segera mengangguk sebagai jawaban dari ucapan mereka kemudian semuanya langsung pergi dan angkara geni menugaskan mereka untuk datang ke goa untuk menemuinya disana dan akan mengajari langkah apa yang dilakukan untuk mempelajari ilmu kanuragan serta akan sumpah apa yang akan dilakukan.
