Cherreads

Gadis Model yang sekelas denganku dan aku menjadi asistennya?!

Ethan_Vale
7
chs / week
The average realized release rate over the past 30 days is 7 chs / week.
--
NOT RATINGS
152
Views
Synopsis
Charlotta valentina merupakan seorang model ternama yang akhir akhir ini naik daun apalagi di usianya yang masih remaja, namun kini dia baru pindah ke kota miravelle dan menjadi murid baru di blue highschool academy bahkan satu kelas dengan kevin morreti semua teman sekelasnya langsung tertarik pada sifat charlotta yang menawan, elegan dan ramah. berkelainan dengan kevin yang menghiraukannya karena merasa charlotta sudah di dunia yang berbeda dengannya namun ketika melamar pekerjaan paruh waktu sebagai asisten pribadi yang dia temukan di brosur online, dia akhirnya diterima dan mengejutkannya dia harus menjadi asisten Charlotta Valentina meskipun hubungan mereka pada awalnya sebatas profesional, namun perlahan komedi manis mulai timbul diantara mereka
Table of contents
VIEW MORE

Chapter 1 - Prolog

"selamat tuan kevin, anda diterima untuk pekerjaan ini"

Kalimat itu meluncur tenang dari bibir pria paruh baya di depanku, seolah yang baru saja ia umumkan bukanlah sesuatu yang mampu membuat tekanan darahku naik tiga tingkat sekaligus.

Aku menelan ludahku, berusaha menjaga ketenangan ku dihadapannya, kalimat selamat barusan terus berputar-putar di kepalaku bintang imajiner yang biasa muncul dalam kartun-kartun

Semua ini bermula dari malam itu ...

2 minggu lalu, jarum jam dinding di kamar apartemenku sudah menunjukkan pukul 11 malam, suasananya begitu tenang dan tentram yang bahkan satu-satunya suara yang aku dengar hanyalah suara jam yang berdetak dan suara keyboard laptop yang aku tekan panah bawah nya

Mataku menyapu dan membaca tiap lowongan yang tertampil di layar, informasi dan setiap persyaratan aku perhatikan dan saat dirasa kurang cocok denganku maka aku skip

Aku sangat membutuhkan pekerjaan paruh waktu, bukan untuk membeli game ataupun barang impian, melainkan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dan sekolahku

Aku tinggal jauh dari ibuku, ayahku sendiri sudah meninggal 2 tahun lalu sehingga memaksa ibuku menjadi tulang punggung pengganti, alasanku tinggal jauh sendiri dikarenakan aku akhirnya keterima di akademi favorit yang tentunya sayang apabila di lewatkan begitu saja

namun sayangnya jarak akademi cukup jauh dari tempat tinggalku, kondisi itu memaksaku untuk pergi ke apartemen murah yang jaraknya sendiri tidak jauh dari akademi. meskipun ibuku mengatakan untuk tidak perlu khawatir tentang biaya nya—karena dia akan mengurusnya untukku, namun tetap saja aku tak bisa terus merepotkannya, terlebih aku masih memiliki adik yang juga masih bersekolah yang mana ini pasti akan memberatkannya

Untuk itulah aku memutuskan mencari lowongan pekerjaan paruh waktu supaya aku bisa mengurus sebagian kebutuhan ku sendiri dan meringankan beban ibuku

Untuk itulah aku selalu mencari dan melamar lowongan pekerjaan paruh waktu yang aku temukan, baik di poster jalanan ataupun di internet, malam hari adalah waktu yang aku manfaatkan untuk mencari lowongan yang sekiranya tidak menggangu waktu sekolahku, setiap tekanan jari di keyboard laptop terus terdengar hingga akhirnya...

jariku berhenti menekan

Aku berhenti dan menatap pada sebuah lowongan menarik yang terpampang di layar laptop ku

[Di cari asisten yang kompeten untuk mendampingi sang model ternama—pelajar dipersilahkan untuk melamar]

Hal pertama yang langsung terlintas di kepalaku adalah

"Ini pasti penipuan ... mana mungkin ada tawaran pekerjaan dengan gaji yang tergolong besar dan pelajar dipersilahkan mendaftar?" Gumamku

Benar, berdasarkan pengalaman-pengalaman yang aku dapatkan dari berbagai penolakan sewaktu melamar pekerjaan, hampir semua manajer beralasan bahwa karyawan yang dalam status pelajar dan bekerja paruh waktu itu akan memiliki kinerja yang kurang dibandingkan karyawan-karyawan bekerja penuh waktu

Hal itu disebabkan oleh kemungkinan tabrakan jadwal kerja dan jadwal sekolah, tidak hanya itu, pelajar juga tidak bisa fleksibel dalam waktu karena harus membagi waktu kerja dengan waktu sekolah, yang akibatnya saat terdapat karyawan yang izin ataupun sakit dan harus ada yang menggantikan sementara, maka akan merugikan operasional

Aku sendiri tak bisa menyalahkan itu, habisnya itulah kenyataan yang aku rasakan.