Cherreads

Chapter 5 - Gerbang yang terbuka

Langkah Raka terus berjalan.

Ia bahkan tidak ingat kapan keluar dari penginapan.

Kakinya bergerak sendiri menyusuri jalan desa yang sunyi. Kabut malam semakin tebal, menelan rumah-rumah kayu satu per satu.

Desa Loras kini terasa seperti kota mati.

Tidak ada lampu.

Tidak ada suara manusia.

Hanya satu cahaya yang terlihat di kejauhan.

Cahaya merah dari menara.

Tanda hitam di telapak tangan Raka semakin panas.

Setiap langkah menuju hutan membuat tanda itu bersinar lebih terang.

"Berhenti…"

Raka mencoba melawan.

Namun tubuhnya tetap berjalan.

Semakin dekat ke hutan.

Semakin dekat ke menara.

Akhirnya pepohonan besar mulai mengelilinginya. Batang-batang pohon tua menjulang tinggi, menutup cahaya bulan.

Kabut di hutan terasa berbeda.

Lebih dingin.

Lebih berat.

Seolah udara di tempat itu sudah lama tidak disentuh kehidupan.

Setelah berjalan beberapa menit, Raka akhirnya melihatnya.

Menara hitam itu.

Jauh lebih besar dari yang terlihat dari desa.

Dindingnya terbuat dari batu hitam yang tidak memantulkan cahaya. Tingginya menjulang sampai hampir menembus awan.

Di sekeliling menara, tanah terlihat retak-retak seperti bekas sesuatu yang pernah menghantam bumi.

Di depan menara berdiri sebuah gerbang besi raksasa.

Gerbang itu tertutup.

Namun saat Raka mendekat—

KREEEAAAK…

Gerbang itu mulai terbuka sendiri.

Perlahan.

Suara gesekan logamnya menggema di seluruh hutan.

Di balik gerbang, hanya ada kegelapan.

Tidak ada tangga.

Tidak ada cahaya.

Hanya lorong hitam yang seolah menelan semua yang masuk.

Raka berhenti tepat di depan gerbang.

Tiba-tiba suara itu terdengar lagi.

Lebih dekat.

Lebih jelas.

"Sudah lama kami menunggu…"

Angin dingin keluar dari dalam menara.

Bersama dengan bau lembap seperti batu tua yang terkubur ratusan tahun.

Raka menelan ludah.

Namun sebelum ia sempat mundur—

Tanda di tangannya bersinar sangat terang.

Kunci hitam di sakunya tiba-tiba melayang keluar.

Kunci itu bergerak sendiri menuju pintu batu di dalam gerbang.

Di tengah pintu itu ada lubang kunci besar.

Klik.

Kunci itu masuk.

DUUUM.

Pintu batu raksasa perlahan terbuka.

Dari dalam menara muncul cahaya merah redup.

Dan di balik pintu itu…

Ada tangga spiral panjang yang terus naik ke atas tanpa terlihat ujungnya.

Di dinding tangga terdapat banyak pintu.

Beberapa tertutup.

Beberapa… sedikit terbuka.

Dan dari salah satu pintu yang terbuka…

Sebuah tangan pucat perlahan keluar dari kegelapan.

Lalu suara serak berbisik.

"Pewaris baru… akhirnya datang."

More Chapters