Cherreads

Chapter 4 - Chapter 4 — Sistem Garuda

Ruangan koordinasi Tim Senyap 08 terasa sunyi.

Puluhan layar besar menampilkan peta digital, aliran data jaringan, dan berbagai informasi yang terus bergerak.

Arka berdiri di tengah ruangan itu, masih mencoba memahami semua yang ia lihat.

Di dinding depan terpampang lambang besar:

Garuda hitam dengan angka 08.

Di bawahnya tertulis moto organisasi.

BERGERAK DALAM DIAM

Doni berjalan menuju meja kontrol utama.

Tangannya bergerak cepat di atas layar sentuh transparan.

Beberapa jendela sistem langsung muncul di layar besar.

Grafik energi.

Data neural.

Kode program yang bergerak cepat.

Arka melihat semua itu dengan kagum.

“Ini semua… sistem Garuda?”

Doni mengangguk.

“Sebagian.”

Ia memperbesar salah satu tampilan.

Di layar muncul gambar Garuda Armor.

Armor hitam itu terlihat sangat gagah.

Lampu kecil di beberapa bagian tubuhnya mulai berkedip.

Doni berkata pelan.

“Garuda bukan sekadar armor tempur.”

Ia menatap Arka.

“Di dalamnya terdapat sistem AI yang sangat kompleks.”

Arka mengangkat alis.

“AI?”

Mayjen Okta berdiri di dekat meja operasi.

“Artificial Intelligence yang mampu belajar dari penggunanya.”

Doni melanjutkan.

“Masalahnya…”

Ia menunjuk grafik di layar.

“AI ini tidak pernah menerima pengguna.”

Arka menelan ludah.

“Lalu kenapa tadi merespon saya?”

Doni tersenyum kecil.

“Itu yang ingin kami ketahui.”

Ia menekan beberapa tombol.

Sebuah layar lain terbuka.

Tampilan kamera dari fasilitas bunker tadi malam muncul.

Di layar terlihat Arka berdiri di depan Garuda Armor.

Lalu indikator sistem berubah warna.

SYNC SIGNAL DETECTED

Arka memandang layar itu dengan bingung.

“Jadi…”

“Armor itu bereaksi karena saya?”

Mayjen Okta menjawab singkat.

“Sepertinya begitu.”

Arka menarik napas panjang.

Ia masih merasa semua ini seperti mimpi.

Doni menutup beberapa jendela sistem.

“Besok pagi kita akan mengujinya.”

Arka langsung menoleh.

“Menguji?”

Doni mengangguk.

“Kita akan melihat apakah sistem Garuda benar-benar bisa sinkron denganmu.”

Arka sedikit panik.

“Tunggu… saya bahkan belum pernah memakai armor tempur.”

Mayjen Okta berkata tenang.

“Tidak ada orang lain yang pernah berhasil.”

Ruangan kembali hening.

Arka mulai sadar bahwa ia tidak punya banyak pilihan.

Namun sebelum percakapan berlanjut—

Salah satu layar di dinding tiba-tiba berkedip merah.

Alarm kecil berbunyi.

Doni langsung menoleh.

“Hmm…”

Ia memperbesar tampilan layar.

Kode-kode data bergerak cepat.

Mayjen Okta bertanya.

“Apa itu?”

Doni mengerutkan kening.

“Seseorang mencoba masuk ke jaringan kita.”

Arka langsung merasa tegang.

“Peretas?”

Doni mengangguk.

“Tapi bukan peretas biasa.”

Ia mengetik cepat.

Firewall digital muncul di layar.

Beberapa jalur jaringan tertutup.

Namun serangan itu tetap mencoba masuk.

Mayjen Okta berkata serius.

“Apakah mereka tahu tentang Garuda?”

Doni menatap layar dengan tajam.

“Belum.”

Ia berhenti sejenak.

“Tapi mereka sedang mencarinya.”

Arka merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya.

“Siapa mereka?”

Doni memperbesar salah satu paket data yang berhasil ditangkap sistem.

Sebuah simbol muncul di layar.

Simbol itu berbentuk lingkaran hitam dengan garis seperti matahari.

Doni berkata pelan.

“Organisasi ini sudah lama kami awasi.”

Mayjen Okta menyilangkan tangan.

“Black Sun.”

Nama itu terasa berat di ruangan.

Arka belum pernah mendengarnya.

“Siapa mereka?”

Mayjen Okta menjawab dengan suara rendah.

“Organisasi bayangan internasional.”

“Dan mereka sudah lama mencari teknologi seperti Garuda.”

Doni akhirnya menutup semua jalur jaringan.

Serangan itu terhenti.

Ruangan kembali tenang.

Namun suasana terasa jauh lebih tegang dari sebelumnya.

Mayjen Okta menatap Arka.

“Sekarang kamu mengerti kenapa Project Garuda harus dirahasiakan.”

Arka mengangguk pelan.

Doni menatap layar Garuda Armor lagi.

Lampu kecil di gambar armor itu kembali berkedip.

Ia berkata pelan.

“Jika Black Sun mengetahui siapa pilot Garuda…”

Ia menoleh ke arah Arka.

“Maka kamu akan menjadi target utama mereka.”

Arka menelan ludah.

Ia baru saja masuk ke dunia yang tidak pernah ia bayangkan.

Dunia yang penuh rahasia.

Penuh ancaman.

Dan semuanya berpusat pada satu hal.

Garuda Armor.

More Chapters