Cherreads

A Zombie Want To Be A Human

W_M_Rose
28
chs / week
The average realized release rate over the past 30 days is 28 chs / week.
--
NOT RATINGS
373
Views
Synopsis
Dunia berakhir bukan dengan ledakan besar, melainkan dengan keheningan yang panjang… lalu jeritan. Franklin Salvatore—atau yang dulu dipanggil Frank—tidak ingat persis kapan ia mati. Yang ia ingat hanyalah dingin. Dingin yang merayap dari ujung jari hingga ke tulang, membungkam detak jantungnya, dan menghapus segala rasa yang dulu membuatnya manusia.
VIEW MORE

Chapter 1 - Prolog

Dunia berakhir bukan dengan ledakan besar, melainkan dengan keheningan yang panjang… lalu jeritan.

Franklin Salvatore—atau yang dulu dipanggil Frank—tidak ingat persis kapan ia mati. Yang ia ingat hanyalah dingin. Dingin yang merayap dari ujung jari hingga ke tulang, membungkam detak jantungnya, dan menghapus segala rasa yang dulu membuatnya manusia.

Namun anehnya… ia masih bisa berpikir.

Ia berdiri di tengah jalanan yang dipenuhi puing-puing dan tubuh-tubuh yang tak lagi bergerak—atau justru bergerak dengan cara yang salah. Bau busuk memenuhi udara, menusuk hidungnya, tapi ia tak merasa mual. Ia tak merasa apa pun.

Itulah yang paling menakutkan.

"Apa aku… sudah mati?"

Suara itu keluar dari tenggorokannya, serak dan terputus-putus, seperti pita kaset rusak yang dipaksa berputar. Frank menyentuh wajahnya sendiri. Kulitnya dingin. Terlalu dingin. Dan ketika ia menatap bayangannya di pecahan kaca mobil, ia melihat sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat—

Matanya.

Kosong. Pucat. Tidak hidup.

Ia bukan lagi manusia.

Tapi… ia juga bukan seperti mereka.

Di kejauhan, makhluk-makhluk lain berjalan terseok-seok, mengerang tanpa arah, digerakkan oleh naluri lapar yang tak pernah terpuaskan. Mereka menyerang siapa pun yang masih bernapas. Mereka tidak berpikir. Tidak merasa. Tidak mengingat.

Namun Frank… mengingat.

Ia mengingat namanya.

Ia mengingat suara tawa.

Ia mengingat seseorang… seseorang yang sangat penting, meskipun wajahnya mulai kabur dari ingatannya.

"Tidak… aku masih… aku masih Frank…"

 Tapi suara itu terdengar seperti kebohongan.

Rasa lapar mulai muncul—bukan lapar biasa, melainkan sesuatu yang lebih gelap, lebih kejam. Sesuatu yang berbisik di dalam pikirannya, memintanya untuk berburu… untuk menggigit… untuk mengoyak daging hidup.

Frank terjatuh berlutut.

"Tidak… bukan itu… aku bukan monster…"

Namun tubuhnya tidak mendengarkan.

Setiap langkah terasa seperti melawan dirinya sendiri. Setiap detik adalah pertempuran antara ingatan dan insting. Antara manusia… dan sesuatu yang jauh lebih mengerikan.

Di dunia yang telah kehilangan harapan, di antara mayat hidup yang tak punya jiwa—muncul satu anomali.

Seekor zombie… yang ingin kembali menjadi manusia.

Dan itu adalah awal dari penderitaan Franklin Salvatore.

Karena dalam dunia seperti ini…

Menjadi manusia… mungkin adalah hal yang paling mustahil.

*…atau mungkin, yang paling berbahaya.*