Cherreads

Chapter 2 - Lapar yang Bukan Milikku

Langit berwarna abu-abu. Selalu abu-abu.

Franklin Salvatore berdiri di tengah jalan yang dipenuhi mobil-mobil terbengkalai. Tidak ada suara mesin. Tidak ada manusia. Hanya angin… dan sesuatu yang bergerak perlahan di antara bangkai kota.

Ia.

Dan mereka.

Frank menatap tangannya. Kulitnya pucat keabu-abuan, retak halus seperti tanah kering. Kukunya menghitam. Saat ia menggenggam, terdengar bunyi kecil—seperti sesuatu yang hampir patah.

"Aku… masih di sini…"

Namun tubuhnya terasa asing. Seperti bukan miliknya lagi.

Tiba-tiba—

Grrrrr…

Suara itu muncul dari dalam perutnya. Bukan sekadar lapar. Ini berbeda. Ini seperti lubang hitam yang ingin menelan segalanya.

Frank terhuyung.

"Apa ini…"

Lalu ia melihatnya.

Seorang manusia.

Seorang pria muda berlari di ujung jalan, napasnya terengah, wajahnya penuh ketakutan. Di belakangnya, beberapa zombie lain mengejar, lambat… tapi pasti.

Dan saat mata Frank bertemu dengan pria itu—

Dunia berhenti.

Darah.

Jantung.

Hidup.

Sesuatu dalam diri Frank berteriak.

Makan dia.

"Tidak… tidak… jangan…"

Kakinya bergerak sendiri.

Satu langkah.

Dua langkah.

Lalu berlari.

"BERHENTI!" teriak Frank, tapi suaranya terdengar seperti geraman.

Pria itu menoleh—dan matanya melebar.

"Jangan dekati aku! JANGAN!"

Tapi sudah terlambat.

Frank melompat.

Tubuhnya menghantam pria itu ke tanah. Tangan Frank mencengkeram bahunya dengan kekuatan yang bahkan tidak ia sadari.

"Aku… aku gak mau—"

Namun mulutnya sudah terbuka.

Giginya menembus kulit.

Darah mengalir.

Dan dalam sekejap… semuanya sunyi.

Beberapa menit kemudian, Frank terduduk di tanah.

Tubuh pria itu tergeletak tak bernyawa di sampingnya.

Tangan Frank gemetar. Bibirnya masih berlumuran darah.

"Aku… membunuhnya…"

Tidak.

Lebih dari itu.

Ia memakannya.

Frank menatap tangannya, lalu memukul kepalanya sendiri.

"INI BUKAN AKU! DENGAR?! INI BUKAN AKU!"

Namun tidak ada jawaban.

Hanya suara angin… dan sesuatu dalam dirinya yang mulai merasa puas.

Dan itu yang paling membuatnya takut.

More Chapters